Kamis, 31 Maret 2011

International Accounting Standards and Accounting Quality


Tugas              :           Softskill, Akuntansi Internasional
Nama              :           Intan Puspita Sari
NPM               :           20207573
Kelas               :           4EB05


International Accounting Standards and Accounting Quality
by: Mary Barth, Wayne Landsman dan Mark Lang
We compare characteristics of accounting data for firms that adopt International Accounting Standards (IAS) to a match sample of firms that do not to investigate whether reporting under IAS is associated with predictable differences in accounting quality and cost of capital. After IAS adoption, firms evidance less earnings management, more timely loss recognition, and more value relevance of accounting quality after adoption than before suggesting that IAS adoption is associated with an improvement in accounting quality. While more speculative, our result also provide weak evidance that IAS adoption firms may enjoy lower cost of capital after adoption than non-adoption firms, and a reduction in cost of capital following adoption. Overall, our result suggest an improvement in accounting quality associated with IAS adoption.
http://spicaalmilia.wordpress.com/2007/06/24/international-accounting-standards-and-accounting-quality/

AKUNTANSI INTERNASIONAL UNTUK PERUBAHAN HARGA


Tugas              :           Softskill, Akuntansi Internasional
Nama              :           Intan Puspita Sari
NPM               :           20207573
Kelas               :           4EB05
http://dedysuarjaya.blogspot.com/2010/09/akuntansi-internasional-untuk-perubahan.html
AKUNTANSI INTERNASIONAL UNTUK PERUBAHAN HARGA
PENGARUH INFLASI TERHADAP PERUSAHAAN

Pengaruh inflasi terhadap posisi keuangan dan kinerja preusan dapat mengakibatkan

tidak efisiennya keputusan operacional yang dibuat oleh manajer yang tidak mengerti

pengaruh dari inflasi itu sendiri. Dalam kaitannya dengan posisi keuangan, aktiva keuangan

seperti nilai kas akan berkurang nilainya selama inflasi karena menurunnya daya beli.

Dengan kata lain, pertanggungjawaban keuangan atas kepemilikan juga akan mengalami

penurunan nilai karena perusahaan bisnis akan membayar obligasinya di masa yang akan

datang dengan uang tunai yang sudah kehilangan nilai daya beli. Yang menjadi peringatan

disini adalah pertanggungjawaban keuangan, seperti pinjaman / suku bunga bank jangka

pendek dan jangka panjang, sering mengakibatkan minat untuk meningkatkan tarif yang

sangat tinggi dalam inflasi ekonomi.

Dampak inflasi pada aktiva non moneter digambarkan dalam laporan laba rugi dan

neraca. Selama periode harga yang meningkat, pendapatan penjualan saat ini dibandingkan

dengan persediaan yang mungkin telah dibeli beberapa bulan sebelumnya dan terhadap

penyusunan properti bangunan dan peralatan berdasarkan harga perolehan yang mungkin

telah dibeli beberapa tahun lalu, meskipun faktanya bahwa menempatkan persediaan dan

aktiva tetap menjadi lebih mahal.

Dampak terhadap laporan laba rugi dan neraca ini bisa membuat perusahaan masuk

ke dalam masalah likuiditas. Laporan laba rugi yang dihasilkan dari perbandingan biaya

lama dengan keuntungan yang baru dapat mengarah pada permintaan dari pemegang saham

untuk meningkatkan deviden dan untuk karyawan – karyawan dengan gaji yang lebih

tinggi, meskipun perusahaan melihat kasnya berkurang. Oleh karena itu, diperkenalkan

sistem akuntansi untuk inflasi yaitu General Purchasing Power Accounting dan Current

Value Accounting.

AKUNTANSI DAYA BELI UMUM DAN PENDEKATAN ARUS NILAI SEKARANG

Akuntansi Daya Beli Umum (General Purchasing Power Accounting)

Filosofi utama mengenai akuntansi daya beli umum adalah untuk melaporkan aktiva,

kewajiban, pendapatan dan biaya – biaya dalam unit moneter dengan daya beli yang sama.

Pendekatannya disini adalah bahwa unit ukuran moneter harus diseragamkan sementara

mempertahankan dasar ukuran yang digunakan dalam laporan keuangan (contohnya : biaya

historis)

Di banyak Negara, laporan keuangan disiapkan dalam biaya histories yang berdasarkan

mata uang. Ini berarti bahwa laporan – laporannya tidak tidak mengalami perubahan

sesuai tingkat harga umum. Dibawah akuntansi daya beli umum, hal – hal non finansial

dalam laporan keuangan (inventaris, modal tetap, dan peralatan) ditetapkan kembali untuk

mencerminkan daya beli umum, biasanya pada akhir neraca saldo.

Akuntansi daya beli umum harus diterapkan pada aktiva dan kewajiban keuangan

dengan baik. Kas, contohnya kerugian daya beli selama periode inflasi karena kas ini

tidak bias membeli sebanyak pada akhir periode seperti yang dilakukan di awal periode.

Keuntungan debitur selama inflasi, karena mereka dapat membayar hutang mereka pada

akhir periode dengan uang tunai yang telah menurun daya belinya. Laporan akuntansi daya

beli umum akan menggambarkan kerugian atau keuntungan dalam penyesuaian pos – pos

moneter yang terpisah.

Masalah lebih lanjut adalah mengenai sifat indeks yang digunakan untuk membuat

penyesuaian akuntansi daya beli umum. Dimana sebelumnya, indeks harga konsumen

merupakan salah satu hal yang paling banyak digunakan secara luas di dunia untuk

mengukur inflasi. Indeks ini akan mengukur perubahan – perubahan harga dalam kisaran

barang – barang dan jasa pelanggan yang dibeli untuk konsumsi akhir. Karena indeks ini

berorientasi konsumen, indeks ini tidak perlu merefleksikan perubahan – perubahan harga

yang secara langsung mempengaruhi perusahaan.

Akuntansi Arus Nilai Saat Ini (Current Value Accounting)

Akuntansi Arus Nilai Saat Ini (Current Value Accounting) adalah hal yang berkaitan

dengan peningkatan atau penurunan biaya atau nilai aktiva tertentu, bukan mengenai

menurunnya daya beli mata uang.

Ada dua pendekatan utama dalam akuntansi nilai sekarang, yaitu :

{ Biaya Pengganti (Current Cost / Replacement Cost) yang banyak digunakan dalam

aktiva non moneter yaitu aktiva dinilai pada apa yang telah dikorbankan dengan apa

yang akan menggantikannya.

{ Biaya Penjualan (Current Exit Price/ Selling Price/Net Realizable Value) yaitu menilai

aktiva pada tingkat harga penjualan dikurangi biaya pelengkap penjualan

Akuntansi arus nilai sekarang berakibat pada keuntungan atas kepemilikan dan kerugian

saat aktiva non moneter dinilai kembali. Akuntansi arus nilai sekarang jelas lebih kompleks

karena akuntansi ini membutuhkan gabungan antara harga sebenarnya, perkiraan,

penaksiran nilai dan kelompok aktiva yang homogen.

Current Value: GPP Accounting

Meskipun kita telah membicarakan GPP dan CVA secara terpisah, banyak akuntan san

ekonom percaya bahwa keduanya ini sebaiknya digabungkan dalam sistem akuntansi nilai

nyata (real value accounting system). Penting sekali untuk mengingat bahwa perubahan-

perubahan pada tingkat harga umu akan cenderung berbeda dari perubahan harga khusus

yang relevan dengan perusahaan

IASB TERHADAP AKUNTANSI UNTUK PERUBAHAN HARGA DAN INFLASI

Reaksi pertama IASC (sekarang IASB) pada akuntansi inflasi muncul pada tahun 1977

di IAS 6, yaitu Respon Akuntansi pada Perubahan Harga. Pada poin tersebut, tidak ada

standar definitif baik itu di Amerika Serikat atau di Inggris, dan ada ketidaktpastian seperti

bagaimana masalah akuntansi inflasi dapat diselesaikan di dua negara tersebut.

Standar inflasi yang lebih definitif tidak muncul, ingá sampai pada tahun 1981 dengan

keluarnya IAS 15, yaitu Refleksi Informasi Dampak Perubahan Harga, yang menggantikan

IAS 6. Pada saat itu, FASB telah mengeluarkan SFAS 33 mengenai Pelaporan Keuangan

dan Perubahan Harga.

Tipe-tipe utama informasi berikut ini merefleksikan dampak-dampak perubahan

harga yang direkomendasikan untuk pengungkapan oleh IAS 15 sebagai berikut:

1) Jumlah penyesuaian untuk atau jumlah penyesuaian penyusutan properti, bangunan, dan

peralatan.

2) Jumlah penyesuaian untuk atau jumlah penyesuaian dari harga pokok penjualan.

3) Penyesuaian yang berkaitan dengan pos-pos keuangan, dampak peminjaman, atau

bunga kepemilikan ketika penyesuaian ini telah dimasukkan ke dalam akun dalam

menentukan pendapatan di bawah metode akuntansi yang diadopsi.

4) Dampak keseluruhan dari hasil (pendapatan) dari penyesuaian sebagaimana pada pos-

pos lainnya yang merefleksikan dampak perubahan harga yang dilaporkan di bawah

metode akuntansi yang diadopsi.

5) Ketika metode biaya sekarang diadopsi, biaya sekarng property, bangunan, dan perlatan

serta persediaan.

6) Metode yang diadopsi untuk menghitung informasi yang disebut dalam pos-pos

sebelumnya, termasuk sifat dari indeks yang digunakan.

IAS 15 penting karena IAS 15 mengenali kebutuhan informasi untuk diungkapkan,

mengenai dampak perubahan harga & inflasi dan memberikan pedoman khusus yang dapat

diikuti oleh berbagai perusahaan untuk memperbaiki kualitas pengungkapan. Fakta bahwa

adanya informasi pokok dari satu negara ke negara lainnya bisa berbeda, tentu saja ini

menjadi masalah, tetapi profesi akuntansi jelas tidak bisa disesuaikan dengan solusi dunia.

Perkembangan sistem akuntansi untuk inflasi di Inggris, Amerika Serikat dan Benua

Eropa

1 . Inggris. Profesi akuntansi memperkenalkan SSAP 16 (Statement of Standard

Accounting Practice – 16), mengenai “Akuntansi Biaya Sekarang” pada tahun 1980,

dimana kebutuhan laporan keuangan akuntansi biaya sekarang baik itu sebagai laporan

tambahan maupun sebagai laporan utama. Dengan ketentuan bahwa laporan biaya

historis juga harus bisa disediakan. Walaupun begitu, SSAP 16 secara resmi ditarik

pada tahun 1988 mengikuti penolakan tingkat inflasi dan kecaman dari bisnis. Pada saat

yang sama, banyak perusahaan mengevaluasi kembali secara periodik terhadap tanah

dan bangunan mereka pada nilai pasar (memperkirakan keluaran atau harga jual).

2 . Amerika Serikat. Regulasinya pertama kali diperkenalkan dengan sah yang ditentukan

oleh SEC tahun 1976 (Rilis Seri Akuntansi 1990) untuk mengungkap penggantian

informasi biaya yang berkaitan dengan penyusutan, harga pokok penjualan, aktiva

tetap, dan persediaan. Selanjutnya, tahun 1979, FASB mengeluarkan SFAS No 33

(Statement of Financial Accounting Standard – 33) yang berjudul “Pelaporan Keuangan

dan Perubahan Harga”.

3 . Benua Eropa. Ada lebih sedikit antusiasme untuk pengenalan sistem akuntansi untuk

inflasi, meskipun telah ada rekomendasi resmi pada subjeknya. Contohnya, di Perancis

dan Jerman. Di Perancis pada kahir tahun 1970 ketika evaluasi kembali dilakukan

dengan menggunakan indeks pemerintah dibutuhkan untuk semua aktiva jangka

panjang dan aktiva tetap. Evaluasi kembali ini tidak memiliki dampak pada pendapatan

kena pajak, seperti pada penyusutan tambahan. Di Swedia, tidak ada kebutuhan –

kebutuhan akan akuntansi inflasi, tetapi beberapa pengungkapan sukarela khusus telah

dibuat.

Perkembangan Sistem Akuntansi di Amerika Selatan

Di Brazil, akuntansi untuk inflasi digunakan pada awal tahun 1950, tetapi hukum

perusahaan yang baru tahun 1976 melakukan penyesuaian, yaitu perusahaan menyajikan

ulang akun – akun aktiva tetap dan ekuitas pemegang saham dengan menggunakan indeks

harga yang diakui oleh pemerintah untuk mengukur devaluasi mata uang lokal.

Di Argentina, sistem akuntansi untuk inflasi diperkenalkan terutama lewat prakarsa

dan keterlibatan profesi akuntansi. Tahun 1972, sebuah pernyataan dikeluarkan yang

menganjurkan publikasi laporan keuangan GPP tambahan.

Akuntansi arus nilai sekarang di Belanda

Di Belanda, orang-orang telah mengetahui akuntansi nilai sekarang sejak lama.

Pendidikan yang ekstensif bagi para akuntan dalam ekonomi bisnis menghasilkan filosofi

akuntansi yang difokuskan dengan nilai dan biaya sekarang dan dengan prinsip dan praktek

ekonomi bisnis. Walaupun tidak diperlukan persyaratan untuk menggunakan akuntansi

nilai sekarang, sebagai informasi utama atau tambahan, terdapat beberapa faktor pendukung

untuk memakainya.

Alasan digunakannya akuntansi nilai sekarang :

{ Melibatkan teori Professor Theodore Limperg, yang sering disebut sebagai Bapak

teori nilai ganti karena dari hasil kerjanya di Belanda tahun 1920 dan 1930. Beliau

memfokuskan diri pada hubungan yang kuat antara ekonomi dan akuntansi dan percaya

bahwa pendapatan tidak bisa dicari tanpa memelihara sumber pendapatan bisnis dari

pertimbangan yang dilakukan.

{ Belanda belajar dari pengalaman pada perusahaan multinasional besar yaitu Philips,

yang merupakan pelopor laporan keuangan nilai sekarang. Faktanya, Philips pertama

kali menggunakan pendekatan ini tahun 1936 untuk tujuan akuntansi biaya internal

dan memperkenalkannya tahun 1952 ke dalam laporan utama untuk tujuan pelaporan

keuangan. Namun pada tahun 1992, perusahaan memutuskan untuk kembali pada

akuntansi biaya historis yang akan memperbaiki komunikasi para pemegang saham dan

lebih dekat dengan praktek akuntansi internasional.

Nilai sekarang ditentukan oleh departemen penjualan untuk aktiva tetap (baik tersendiri

atau dalam kelompok sejenis), oleh departemen produksi untuk sejumlah peralatan desain

khusus, dan oleh desain bangunan dan gedung departemen produksi untuk bangunan.

Pada kasus persediaan, indeks biasanya digunakan untuk memperbaharui nilai sekarang

dari kelompok aktiva sejenis. Penambahan (atau pengurangan) dalam nilai persediaan dan

aktiva tetap untuk perubahan harga tertentu dikredit (didebit) ke akun surplus revaluasi

pada neraca dibandingkan ke laporan laba rugi. Akibat perubahan nilai sekarang ini

ditunjukkan dalam laporan laba rugi sebagai harga pokok penjualan yang lebih tinggi atau

lebih rendah (sebagai hasil penambahan atau pengurangan dalam harga persediaan) dan

biaya depresiasi yang lebih tinggi atau lebih rendah.

PROSPEK PERKEMBANGAN AKUNTANSI UNTUK PERUBAHAN HARGA DAN

INFLASI

Signifikansi keberadaan tingkat inflasi dan perubahan harga di beberapa negara

mengesankan bahwa kebutuhan dan penggunaan sistem akuntansi inflasi tampaknya

menyisakan sejumlah kontroversi dalam pendugaan masa depan.

Meskipun akuntansi daya beli umum telah digunakan di beberapa negara Amerika

Latin yang berinflasi tinggi, tidak ada contoh standar akuntansi biaya sekarang atau regulasi

di Inggris dan Amerika Serikat pada tingkat nasional yang menyelamatkan kemusnahan

penelitian akuntansi inflasi pada tahun 1980-an. Namun beberapa perusahaan Eropa

membuat pengungkapan nilai sekarang secara sukarela.

Kontroversi, hal ini masih meliputi banyak aspek akuntansi nilai sekarang, khususnya

dengan perubahan perlengkapan dan pemeliharaan keuntungan dan kerugian pos – pos

moneter. Masalah lainnya termasuk penggunaan indeks, khususnya tambahan dari luar

negeri dan verifikasi nilai sekarang perusahaan industri yang mengalami perubahan

teknologi dengan cepat.

Pemberian perhatian baru-baru ini pada akuntansi nilai sekarang atau nilai wajar,

diharapkan akan menjadi sejumlah percobaan masa depan dengan berbagai jenis perubahan

sistem akuntansi harga. Selain itu, mungkin juga menjadi pertumbuhan apresiasi keadaan

dimana pendekatan alternatif mungkin atau tidak mungkin atau berguna dalam mengukur

laba dan asset. Kegunaan dari harga jual atau harga keluar dalam konteks perubahan harga,

terutama dengan memperhatikan nilai properti atau investasi, juga akan diapresiasikan

dengan lebih baik. Selain itu, menjadi tanggung jawab untuk menggunakan sumber

informasi relevan lainnya seperti arus kas.

Rabu, 30 Maret 2011

Sejarah Akuntansi


Tugas              :           Softskill, Akuntansi Internasional
Nama              :           Intan Puspita Sari
NPM               :           20207573
Kelas               :           4EB05

Sejarah Akuntansi
            Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik - sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) - sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 - 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.
Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan di tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, "I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane." John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme of Venice".
Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered Accountant di abad ke 19.

Laporan akuntansi

Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita didalam mengelola keuangan.  Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis laporan, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.
  • Neraca, adalah suatu daftar sistematis yang memuat informasi mengenai aktiva, utang dan modal suatu perusahaan pada akhir periode tertentu. Disebut sebagai daftar yang sistematis, karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada didalam perusahaan tersebut.
  • Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahu laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
  • Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
  • Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan didalam menghasilkan kas dimasa mendatang.

Pengakuan transaksi

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pengakuan transaksi akuntansi
Pengakuan suatu transaksi dalam akuntansi terbagi atas dua basis, yaitu basis akrual dan basis kas. Pengakuan transaksi berbasis akrual adalah pengakuan suatu transaksi pada saat terjadinya suatu transaksi, walaupun uang belum diterima. Sedangkan pengakuan transaksi berbasis kas adalah transaksi dicatat pada saat pembayaran diterima.

 Kualifikasi dan regulasi di bidang akuntansi

Persyaratan untuk dapat masuk dalam profesi akuntansi berbeda di setiap negara.

Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, akuntan yang berpraktek disebut Certified Public Accountant (CPA), Certified Internal Auditor (CIA) dan Certified Management Accountant (CMA). Perbedaan jenis sertifikasi adalah dalam hal jenis-jenis jasa yang ditawarkan, walaupun mungkin saja satu orang memiliki lebih dari satu sertifikat. Sebagai tambahan, banyak pekerjaan akuntansi dikerjakan oleh seseorang tanpa memiliki sertifikasi namun di bawah pengawasan seorang akuntan bersertifikat.Sertifikasi CPA dikeluarkan di negara bagian tempat kedudukan yang bersangkutan berupa ijin untuk menawarkan jasa auditing kepada publik, walaupun kebanyakan kantor akuntan juga menawakan jasa akuntansi, perpajakan, bantuan litigasi dan konsultansi keuangan lainnya. Persyaratan untuk mendapat sertifikat CPA bervariasi di antara negara bagian, namun ujian Uniform Certified Public Accountant diharuskan di setiap negara bagian. Ujian ini dibuat dan diperiksa oleh American Institute of Certified Public Accountants.
Sertifikasi CIA dikeluarkan oleh Institute of Internal Auditors (IIA), yang diberikan kepada kandidat yang lulus dalam empat bagian ujian. CIA kebanyakan memberikan jasanya kepada pemberi kerja langsung bukan kepada publik.
Sertifikasi CMA diberikan oleh Institute of Management Accountants (IMA), yang diberikan kepada kandidat yang dinyatakan lulus dalam empat bagian ujian dan memenuhi pengalaman praktek tertentu berdasarakan ketentuan IMA. CMA kebanyakan memberikan jasanya kepada pemberi kerja langsung bukan kepada publik. CMA juga bisa menawarkan jasanya kepada publik, namun dengan lingkup yang lebih kecil dibanding CPA.Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics) dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (United States Department of Labor) memperkirakan ada sekitar satu juta orang yang bekerja sebagai akuntan dan auditor di Amerika Serikat.

Persemakmuran Inggris

Di Inggris, Kanada, Australia beberapa negara persemakmuran Inggris, ekuivalen Certified Public Accountant (CPA) diantaranya Chartered Accountant (CA - di Inggris, Persemakmuran Inggris dan beberapa bekas negara bagian Inggris lainnya), Chartered Certified Accountant (ACCA - Inggris), International Accountant (AIA - Inggris), Certified Public Accountant (CPA - Irlandia dan Hong Kong), Certified General Accountant (CGA - Kanada), dan Certified Practising Accountant (CPA - Australia).

Kanada

Di Kanada, ada tiga lembaga yang menangani akuntansi: the Canadian Institute of Chartered Accountants (CA), the Certified General Accountants Association of Canada (CGA), dan the Society of Management Accountants of Canada (CMA). CA dan CGA dibentuk berdasarkan Undang-undang Parlemen berturut-turut pada tahun 1902 dan 1913 sedangkan CMA didirikan dalam tahun 1920. Program CA difokuskan menjadi akuntan publik dan kandidat harus memiliki pengalaman auditing dari kantor akuntan publik; program CGA memberikan kebebasan bagi kandidatnya untuk memilih karier di bidanga keuangan; program CMA memfokuskan diri pada akuntansi manajemen. Ketiganya mengharuskan setiap kandidat untuk mendapatkan gelar kesarjanaan dan pengalaman praktek sebelum memperoleh sertifikasi.

 Kantor akuntan the Big Four

Kalau ditelusuri, sejarah keempat kantor akuntan terbesar tersebut berasal dari Eropa, yang sampai saat ini terbentuk dari serangkaian panjang penggabungan usaha. PricewaterhouseCoopers dan Deloitte didirikan di Inggris. Ernst & Young didirikan oleh seorang akuntan dari Skotlandia. KPMG merupakan produk gabungan dari dua kantor besar dari Belgia dan Belanda. Namun, karena pengaruh ekonomi Amerika Serikat yang sangat dominan, kantor-kantor cabang the Big Four yang berlokasi di Amerika Serikat selalu berhasil memperoleh penghasilan yang lebih besar dibanding dengan gabungan kantor-kantor cabangnya seluruh dunia.
Sebelum terjadinya skandal Enron dan beberapa skandal akuntansi lainnya, ada lima kantor akuntan terbesar yang dinamakan the Big Five. Sejak pemisahan bisnis jasa atestasi Arthur Andersen, di Amerika Serikat sebagian besar bergabung dengan KPMG sedangkan di luar Amerika bergabung dengan Deloitte & Touche, Arthur Andersen keluar dari kelompok itu. Sebelumnya, pengelompokan kantor akuntan terbesar ini juga dikenal sebagai the Big Six dan the Big Eight.


Definisi akuntansi internasional


Tugas              :           Softskill, Akuntansi Internasional
Nama              :           Intan Puspita Sari
NPM               :           20207573
Kelas               :           4EB05

Definisi akuntansi internasional berada pada daftar posting yang telah dipublis pada situs ini, namun mungkin anda belum menuliskan kata kunci yang tepat, bila belum menemukan yang sesuai dengan definisi akuntansi internasional, Anda dapat melakukan pencarian dengan kata kunci yang lain, pada search di situs kafeilmu ini, atau dengan melihat daftar post pada sitemap atau homepage. Anda juga bisa request untuk memuat artikel tentang definisi akuntansi internasional pada kolom komentar. Bahkan anda dapat juga dapat mengirimkan artikel Anda ke email kami,
Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".[1] Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.
Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik).
Akuntansi modern antung akuntansi keuangan modern ada pada sistem pembukuan berpasangan. Sistem ini melibatkan pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada suatu akun, dan satu kredit terkait pada akun lain. Jumlah keseluruhan debit harus selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan di Eropa, walaupun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak zaman Yunani kuno. Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak berubah sejak dulu. Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu terjadi pada tiap generasi untuk mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi. Walaupun demikian, hal ini tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang memang diharapkan tidak bergantung pada pengaruh ekonomi seperti itu.

           




Rabu, 24 November 2010

softskill tugas makalah


Kode Etik Akuntan Indonesia

Intan Puspita Sari (20207573)
Irma Mutiarani (21207272)
Tiara Amalia (21207095)
UNIVERSITAS GUNADARMA

Sebagai catatan dunia akuntansi, pernah adanya skandal kelas dunia karena etika yang di acuhkan, hal ini disebabkan mereka lebih menjunjung tinggi kepentingan pembesar perusahaan dan kepentingan perusahaan di anggap lebih tinggi dari pada etika profesi. Padahal dalam prinsip akuntansi, etika akuntan harus lebih dijaga daripada kepentingan perusahaan. Dan bagi akuntan, prinsip akuntansi adalah aturan tertinggi yang harus diikuti. Kode etik profesi akuntansi pun menjadi barang wajib yang harus mengikat profesi akuntan.
Setiap orang yang memiliki gelar akuntan, wajib mentaati kode etik dan standar akun,terutama para akuntan publik yang sering bersentuhan terhadap masyarakat dan kebijakan pemerintah. Kewajiban mentaati peraturan kode etik ini telah diatur oleh Departemen Keuangan (Depkeu) dan mempunyai aturan sendiri yakni peraturan menteri keuangan (PMK) no.17 tahun 2008. Intinya peraturan ini mewajibkan akuntan dalam melaksanakan tugas atas kliennya itu berdasarkan SPAP (standar profesi akuntan publik) dan kode etik. Yang diterapkan oleh asosiasi profesi berdasarkan standar internasional. Misalkan dalam auditing SPAP bersandar kepada Internasional Auditing Standar.
Pengetahuan mengenai kode etik akuntan ini, didapat oleh seoarang akuntan dalam masa pendidikan profesi. Kode etik dalam prespektif pendidikan adalah perjanjian bersama mengenai tingkah laku dan perilaku yang harap bisa dilaksanakan profesi dengan baik. Dalam masa pendidikan seorang akuntan dibekali pengetahuan untuk senantiasa dapat menjaga kode etik profesi dalam setiap tindakan sebagai orang yang profesional. Kekuatan itu biasanya didasari dari para pelakunya, yaitu terletak didalam hati nuraninya. Jika para akuntan memiliki integritas tinggi, jujur, independen, objektif dan profesional dengan sendirian dia akan menjalankan prinsip kode etik dan standar akuntan.
Kode etik adalah aturan perilaku etika akuntan dalam memenuhi tanggung jawab  profesinya. Pengertian ini dituangkan dalam Anggaran Dasar Rumah Tangga IAI, yang menyebutkan bahwa “Kode etik IAI adalah prilaku dalam etika akuntan dalam memenuhi tanggung jawab profesionalnya yang meliputi prinsip etika akuntan,
Hal yang membedakan sesuatu profesi akuntansi adalah peneriman tanggung jawab  kepentingan  dalam bertindak untuk kepentingan publik. Oleh karena itu tanggung jawab akuntan profesional harus mentaati dan menerapkan aturan etika dari kode etik yang telah diterapkan.

I.                  Pendahuluan
Kemajuan ekonomi suatu negara memacu perkembangan bisnis dan mendorong munculnya pelaku bisnis baru sehingga menimbulkan persaingan yang cukup tajam didalam dunia bisnis.hampir semua usaha bisnis bertujuan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya (profit making) agar dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku bisnis dan memperluas jaringan usahanya, namun terkadang untuk mencapai tujuan itu segala upaya dan tindakan dilakukan walaupun pelaku bisnis harus melakukan tindakan-tindakan yang menggabaikan berbagai dimensi moral dan etika dari bisnis itu.
Bisnis dapat menjadi sebuah profesi etis apabila ditunjang dengan menerapkan prinsip-prinsip etis untuk berbisnis. Prinsip-prinsip dalam berbisnis adalah merupakan suatu aturan hukum yang mengatur kegiatan bisnis semua pihak secara fair dan baik disertai dengan sebuah sistem pemerintahan yang adil dan efektif dalam menegakan aturan dalam bisnis tersebut. Dalam bisnis ini terdapat tata cara yang ideal dalam pengaturan dan pengolahan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara ekonomi/ sosial dimana penerapan norma dan moralitas ini dapat menunjang maksud dan tujuan kegiatan bisnis.  
Berdasarkan pernyataan diatas kode etik profesi perlu diterapkan dalam setiap jenis profesi. Kode etik ini menetapkan prinsip dasar dan aturan etika profesi yang harus diterapkan oleh setiap individu. Dalam prinsip akuntansi etika akun harus harus lebih dijaga dibandingkan dengan kepentingan perusahaan . Tanpa etika, profesi akuntansi tidak akan ada karena funsi akuntansi adalah penyedia informasi untuk proses pembuatan keputusan bisnis oleh pelaku bisnis dengan berdasarkan kepentingan banyak pihak yang terlibat dengan perusahaan. Dan bukan hanya didasarkan pada beberapa pihak tertentu saja karena itu bagi akuntan prinsip akuntansi adalah aturan tertinggi yang harus diikuti. Kode etik menjadi wajib bagi para akuntan.

II.               Etika dan Pendidikan Etika
                        Ward et al (1933) mendefinisikan etika sebagai suatu proses, yaitu proses penentuan yang kompleks tentang apa yang harus dilakukan dalam situasi tertentu argumen ini didasarkan pada ketidakpastian terlalu sederhana perepsi umum atas pengertian etika yang hanya dianggap pernyataan benar-salah baik-buruk. Proses itu sendiri meliputi penyeimbangan pertimbangan sisi dalam dan sisi luar yang disifati oleh kombinasi unik dari pengalaman dan pembelajaran masing-masing individu.
                        Menurut Magnis Suseno (1985) etika normatif dibagi menjadi dua  yaitu tolak ukur pertanggung jawaban moral dan menuju kebahagiaan. Tolak ukur pertanggung jawaban moral meliputi etika wahyu, etika peraturan,  etika situasi, dan etika relativisme. Sedangkan etika normatif menuju kebahagiaan meliputi egoisme , pengembangan diri dan utilitarisme. Disamping itu Hardjono membagi jenis etika berdasar kan 4 kelompok etika normatif, etika peraturan, etika situasi, etika relativisme.
                        Pengkelompokan normatif dan jenis etika tersebut juga terdapat dalam Multidimensonial ethics scale (cohen 1993) yang mengembangkan atas 4 dimensi yaitu dimensi justice, dimensi egoism,dimensi utilitarian, dan dimensi contractualism.
                        Kode etik dalam perspektif pendidikan adalah perjanjian bersama mengenai tingkah dan perilaku yang diharapkan bisa dilaksanakan profesi dengan baik. Saat ini berprofesi sebagai akuntan khususbya akuntan publik regenerasi tidak seperti yang diharapkan. Sekarang, bagaimana caranya menarik minat mahasiswa supaya tertarik menjadi akuntan publik. Tentu ini menjadi masalah kita bersama KAP juga harus bertanggung jawab untuk memberi gambaran apa itu  akuntan publik karena mereka langsung terjun kelapangan.
                        Tujuan etika  pendidikan  secara menurut Wynd dan Mager (1989) adalah tidak untuk mengubah cara mahasiswa menganggap bagaimana seharusnya mereka bertindak dalam situasi tertentu. Tujuan yang lebih layak adalah menbuat mahasiswa menyadari dimensi etika dan sosial dalam setiap pengambilan keputusan bisnis mereka sehingga diharapkan dimensi ini akan menjadi komponen dalam proses pengambilan keputusan mereka kelak.
                        Sedangkan loeb(1988) mengemukakan tujuan pendidikan etika dalm bidang akuntansi adalah :
1.      Menghubungkan pendidikan akuntansi kepada persoalan persoalan etis
2.      Mengenalkan persoalan dalam akuntansi yang mempunyai implikasi etis.
3.      Mengembangkan suatu perasaan kewajiban atas tanggung jawab moral
4.      Mengembangkan kemampuan yang berkaitan dengan konflik etis
5.      Belajar menghubungkan dengan ketidakpastian  profesi akuntansi
6.      Menyusun perubahan untuk perilaku etis
7.      Mengapresiasikan dan memahami sejarah dan komposisi seluruh aspek etika dan hubungan terhadap bidang umum dan etika

III.           Etika Profesi Akuntan 
Dalam etika profesi sebuah profesi memiliki komitmen moral yang tinggi yang biasanya dituangkan dalam bentuk aturan khusus yang menjadi pegangan bagi setiap orang yang mengemban profesi yang bersangkutan. Aturan ini merupakan aturan main dalam menjalankan atau mengemban profesi tersebut yang biasa disebut sebagai kode etik yang harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap profesi. Menurut Chua dkk(1994) menyatakan bahwa etika profesional juga berkaitan dengan etika moral yang lebih terbatas pada ke khasan pola etika yang diharapkan untuk profesi tertentu.
Setiap profesi yang memberikan jasa pada masyarkat harus memiliki kode etik yang merupakan prinsip-prinsip moral dan mengatur tentang perilaku profesioanal. Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap etika profesi adalah akuntan publik Didalam etika publik terdapat muatan-muatan etika yang pada dasarnya untuk melindungi masyarakat dari kepentingan masyarakat yang menggunakan jasa profesi. Terdapat dua sasaran pokok dari kode etik ini yang pertama kode etik bermaksud melindungi masyarakat dari kemungkinan dilalaikan baik secara disengaja ataupun tidak sengaja dari kaum profesional. Kedua kode etik juga bertujuan melindungi keseluruhan profesi tersebut dari perilaku-perilaku buruk orang-orang tertentu  yang mengaku dirinya profesional.
Etika profesi akuntan di indonesia diatur dalam kode etik Akuntan Indonesia. Kode etika ini mengikat para anggota IAI dan dapat diperguakan oleh akuntan lainnya yang bukan atau belum menjadi anggota IAI. Di indonesia penegakan kode etik dilaksanakan sekurang-kurangnya enam unit organisasi
Yaitu kantor akuntan publik, unit peer review kompartemen akuntan publik IAI, badan pengawas profesi kompartemen akuntan publik IAI, Dewan pertimbangan Profesi IAI, Departemen Keuangan RI dan BPKP. Selain 6 unit organisasi diatas, pengawasan terhadap kode etik juga dilakukan oleh para anggota dan pimpinan KAP.
Kode etik akuntan merupakan norma perilaku yang mengatur hubungan auditor  dengan para klien, antara uditor dengan sejawatnya dana antara profesi dengan masyarakat. Kode etik akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan a turan bagi seluruh anggota, baik yang berprakter sebagai auditor. Bekerja dilingkungan dunia usaha , pada instansi pemerintah, maupun dilingkungan dunia pendidikan. Etika profesional bagi praktek auditor di Indonesia dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (sihwahjoni dan gudono 2000).
Prinsip perilaku profesianal seorang akuntan yang tidak secara khusus dirumuskan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia tetapi dapat dianggap menjiwai kode perilaku IAI, berkaitan dengan karateristik tertentu yang harus dipenuhi oleh seoarang akuntan. Prinsip etika yang tercantum dalam kode etik akuntan indonesia sebagai berikut :
1.      Tanggung Jawab. Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional. Akuntan harus mewujudkan kepekaan profesional dan pertimbangan moral dalam semua aktivitas mereka.
2.      Kepentingan Masyarakat. Akuntan harus menerima kewajiban untuk melakukan tindakan mendahulukan kepentingan masyarakat, menghargai kepercayaan masyarakat, dan menunjukan komitmen pada profisionalisme.
3.      Objektivitas dan Independensi. Akuntan harus mempertahankan objektivitas dan bebas dari benturan kepentingan dalam melakukan tanggung jawab profesional. Akuntan yang berpraktek sebagai akuntan publik harus bersikap independen dalam kenyataan dan penampilan pada melaksanakan audit dan jasa atestasi lannya.
4.      Keseksamaan. Akuntan harus mematuhi standar teknis dan profesi  berusha untuk terus meningkatkan kompetisi dan mutu jasa dan melaksanakan tanggung jawab profesional dengan kemampuan terbaik.

IV.           RUU dan Kode Etik Profesi Akuntan Publik
Untuk mengawasi akuntan publik, khususnya kode etik Departemen Keuangan mempunyai aturan sendiri yakni Peraturan Menteri Keuangan  no 17 tahun 2008. Intinya peraturan ini mewajibkan akuntan dalam melaksanakan tugas atas kliennya itu selalu berdasarkan pada SPAP dan kode etik. SPAP dan kode etik yang telah diterapkan oleh profesi berdasarkan standar internasional. Misalkan dalam auditing SPAP bersandar kepada internasional Auditing standar.
Laporan keuangan memiliki fungsi  yang sangat vital sehingga, harus disajikan dengan penuh tanggung jawab. Untuk itu Departemen Keuangan menyusun rancangan undang-undang tentang akuntan publik dan RUU laporan keuangan. RUU tentang akuntan publik antara lain didasari pertimbangan untuk mendorong profesioanalisme dan integritas profesi akuntansi publik. RUU akuntan publik terdiri atas 15 bab dan 60 pasal. Dengan pokok-pokok pengaturan yang mencangkup lingkung jasa akuntan publik, prijinan akuntan publik, perijinan KAP, dan kerja sama KAP dengan KAP asing atau organisasi audit asing.
RUU itu juga menngatur mengenai regulasi profesi akuntan publik, asosiasi akuntan publik hak, kewajiban, dan larangan bagi akuntan publik dan KAP. Komite pertimbangan Profesi Akuntan Publik, sanksi administratif, dan ketentuan pidana.
Sedangkan kode etik yang sedang disusun oleh SPAP adalah kode etik Internasional Federation of Accountans yang diterjemahkan jadi kode etik ini bukan merupakan hal yang baru kemudian disesuaikan dengan IFAC. Jadi tidak ada perbedaan yang signifikan antara kode etik SPAP dengan IFAC.
Adopsi etika oleh dewan SPAP tentu sejalan dengan misi para akuntan indonesia untuk tidak sekedar jago kandang. Apalagi misi federasi akuntan internasional seperti yagn disebut konstitusi adalah melakukan pengembangan perbaikan secara global profesi akuntan dengan standar yang harmonis sehingga dapt memberikan pelayanan dengan kualitas tinggi secara konsisten untuk kepentingan publik .
Seorang anggota IFAC atau KAP tidak boleh menetapkan standar yang kurang tepat dibandingkan dengan aturan dalam kode etik ini. Namun demikian, bila terdapat anggota dewan atau KAP yang dilarang untuk mematuhi aturan tertentu dalam kode etik ini oleh hukum dan perundang-undangan maka mereka harus mematuhi aturan lainnya dalam kode etik ini. Akuntan profesional harus memahami perbedaan   aturan dan pedoman beberapa daerah jurisdiksi, kecuali dilarang oleh hukum atau perundang-undangan.

V.               Aplikasi Kode Etik
Meski sampai saat ini belum ada seorang akuntan yang diberi sangsi berupa Pemberhentian praktek audit oleh dewan kehormatan karena melanggar kode etik dan standar profesi akuntan ,tidak berarti seorang akuntan dapat bekerja sekehendaknya . Setiap  orang yang memegang gelar akuntan wajib mentaati kode etik dan standar akuntan, utamanya para akuntan publik yang sering bersentuhan denagn masyarakat dan kebijakan pemerintahan menjadi sebuah keharusan itulah wujud pelaksanaan etika. Etika yang dijalankan dengan baik dan benar menjadikan sebuah profesi menjadi terarah dan jauh dari skandal.
Akuntan tidak independen apabila dalam periode audit dan penugasan profesionalnya, baik akuntan, KAP, maupun orang dalam KAP, memberikan jasa-jasa non audit kepada klien seperti, pembukaan atau jasa yang lain yang berhubungan dengan jasa akuntansi klien, desain sistem informasi, aktuaria dan audit internal. Konsultasi kepada kliennya dibidang itu dapat menimbulkan  benturan kepentingan.
Menurut Kataka puradireja (2008) kekuatan dalam kode etik profesi itu terletak pada para pelakunya yaitu didalam hati nuraninya. Jika para akuntan iyu mempunyai integritas tinggi dengan sendirinya dia akan menjelaskan prinsip kode etik dan standar akuntan. Didalam kode etik IAI diartikan aturan perilaku akuntan dalam memenuhi tanggung jawab profesionalnya yang meliputi prinsip etika akuntan , aturan etika akuntan, dan interprestasi aturan etika akuntan. Dan kode etik dirumuskan oleh badan  khusus yang dibentuk untuk tujuan tersebut DPN (Dewan Pengurus Nasional.
Hal yang membedakan suatu profesi akuntansi adalah penerimaan tanggung jawab dalam bertindak untuk kepentingan publik. Oleh karena itu tanggungjawab akuntan profesional bukan sematamata  untuk memenuhi kebutuhan klien atau pemberi kerja tetapi bertindak untuk kepentingan publik yang harus mentaati dan menerapkan aturan etika dari kode etik .
Oleh karena itu akuntan profesional diharuskan untuk mematuhi prinsip-prinsip Fundmental  berikut :
1.      Integritas, akuntan profesionalcharus bersikap jujur dalam semua hubungan profesional dan bisnis.
2.      Objektivitas, Akuntan profesional tidak boleh membiarkan hal-hal yang biasa terjadi , tidak boleh membiarkan terjadinya benturan kepentingan atau tidak boleh mempengaruhi pihak lain dengan cara tidak pantas yang dapat mengesampingkan pertimbangan profesional atau pertimbangan bisnis.
3.      Kompetensi dan sikap kehati-hatian profesional, akuntan profesional memiliki kewajiban yang berkesinambungan untuk memelihara pengetahuan dan keahlian profesioanal pada satu tingkat dimana klien menerima jasa profesional.
4.      Kerahasian, akuntan profesional harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh sebagai hasil dari hubungan profesional dan hubungan bisnis
5.      Profesional, Akuntan profesional harus mematuhi hukum dan perundang-undangan yang relevan dan harus menghindari semua tindakan yang dapat mendeskreditkan profesi.

VI.           Kesimpulan
Laporan keuangan yang accountable dan auditable sangalah penting baik bagi perusahaan itu sendiri maupun bagi para pelaku bisnis lainnya. Disini peran akuntan publik sangat penting. Akuntan publik sebagai suatu profesi yang mengembang kepercayaan publik harus bekerja dalam kerangka peraturan perundangan.
Berbagai pelanggaran etika telah banyak terjadi saati ini dan dilakukan oleh akuntan . Misalnya berupa perekayasaan data akuntansi untuk menunjukan kinerja perusahaan agar terlihat baik, ini merupakan pelanggaran akuntan terhadap kode etika profesinya.
Ancaman terhadap kepatuhan praktisi pada prinsip dasar etika profesi dapat terjadi dalam situasi tertentu ketika praktisi melaksanakan kerjaannya. Karena beragam situasi, maka pencegahan yang tepat dalam kode etik ini adalah mengharuskan praktisi untuk mengindentifikasi, mengevaluasi, menangani, setiap ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dengan tujuan untuk melindungi kepentingan publik, serta tidak hanya untuk mematuhi seperangkat peraturan khusus yang dapat bersifat subjektif.
Demikianlah bahwa salah satu hal yang membedakan profesi akuntan publik dengan profesi lainnya adalah tanggungjawab profesi akuntan publik untuk melindungi kepentingan publik. Olehkarena itu, tanggung jawab profesi akuntan publik tidak hanya terbatas pada kepentingan klien dan pemberi kerja. Ketika bertindak untuk kepentingan publik, setiap praktisi harus mematuhi dan menerapkan seluruh prinsip dasar dan aturan etika profesi yang diatur dalam kode etik . Kode etik yang dijalankan  dengn benar menjadi sebuah profesi menjadi terarah dan menjadi jauh dari skandal.